Mewujudkan Layanan Publik Inklusif, Tiga Perguruan Tinggi Gelar Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Petugas Layanan Inklusif di Kabupaten Tegal
Agustus 08, 2026
Trabaspost.com - Upaya mewujudkan layanan publik yang inklusif dan adaptif terus diperkuat melalui Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Petugas Layanan Inklusif yang diselenggarakan di Kabupaten Tegal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program riset kolaboratif dalam kerangka Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI-Saintek) yang melibatkan tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Bhamada Slawi, dan Universitas Muhadi Setiabudi.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Inklusif yang diselenggarakan pada 1 Agustus 2026 di Gedung Dadali, Kabupaten Tegal. Pada kegiatan pertama tersebut, SOP layanan inklusif yang menjadi landasan operasional pengembangan Call Center 112 berbasis video berhasil dirumuskan bersama berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Workshop SOP tersebut dipandu langsung oleh Akhmad Habibullah, M.I.P. selaku Ketua Tim Periset Program BESTARI-Saintek yang bertindak sebagai moderator, memimpin jalannya diskusi secara terstruktur sehingga seluruh masukan dari peserta terakomodasi dengan baik dalam dokumen SOP yang dihasilkan.
Hasil rumusan SOP tersebut kemudian menjadi fondasi utama pembahasan dalam Workshop Penyusunan Modul Pelatihan pada 3 Agustus 2026 ini, sehingga kedua kegiatan merupakan satu kesatuan tahapan riset yang saling berkesinambungan.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tegal, Ibu Nur Hayati, yang menegaskan bahwa inovasi layanan publik harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Ketua Tim Peneliti Akhmad Habibullah, M.I.P., yang diwakili oleh Dra. Sri Sutjiatmi, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan modul yang akan menjadi pedoman bagi operator layanan darurat 112. Turut hadir dari Universitas Pancasakti Tegal: Dr. Dien Novianty, M.M. dan Deddy Prihadi, S.E., M.Kom.; dari Universitas Bhamada Slawi: Haries Anom Susetyo Aji Nugroho, M.Kom.; serta dari Universitas Muhadi Setiabudi: Bambang Irawan, M.Kom.
Memasuki sesi utama, hadir sebagai narasumber Dr. Arif Zaenudin, M.I.P., yang menjabat sebagai Director for Asia Tenggara pada European Disability Forum (EDF). Dengan rekam jejak internasional yang kuat di bidang kebijakan disabilitas, beliau menyampaikan materi bertajuk "Perkembangan Sistem Inklusif Digital Pemerintah".
Dalam paparannya, Dr. Arif menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan tidak hanya berorientasi pada digitalisasi layanan, tetapi juga harus memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses yang setara dan bermartabat.
Dia juga berbagi praktik terbaik dari berbagai negara anggota European Disability Forum dalam membangun ekosistem layanan darurat inklusif sebagai referensi konkret bagi pengembangan Call Center 112 Kabupaten Tegal.
Jalannya diskusi pada sesi Workshop Penyusunan Modul Pelatihan ini dipandu oleh Haries Anom Susetyo Aji Nugroho, M.Kom. dari Universitas Bhamada Slawi selaku moderator.
Dia memimpin diskusi secara interaktif, memastikan seluruh perspektif dari berbagai pemangku kepentingan terakomodasi secara proporsional, serta mengarahkan pembahasan agar fokus pada penyusunan substansi modul yang komprehensif dan aplikatif.
"Diskusi melibatkan Dinas Kominfo, Dinas Sosial, operator Call Center 112, PT Digital Sandi Informasi (DSI), Polres, komunitas Difabel Slawi Mandiri, juru bahasa isyarat, dan akademisi.
Masukan yang muncul menekankan pentingnya modul yang mencakup etika komunikasi, pemahaman ragam disabilitas, integrasi teknologi AI, hingga mekanisme monitoring pelayanan inklusif."
Melalui kegiatan ini, diharapkan tersusun modul pelatihan yang komprehensif sebagai pedoman bagi petugas layanan darurat dalam memberikan pelayanan yang ramah disabilitas, responsif, dan berkeadilan.
Modul tersebut menjadi fondasi pengembangan ekosistem layanan publik inklusif di Kabupaten Tegal sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.