Mahasiswa KKN Universitas Alma Ata Ditarik, Pemkot Tegal Beri Apresiasi
Oktober 02, 2026
Trabaspost.com (TEGAL) – Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat Kota Tegal selama kurang lebih dua bulan, sejak 6 Agustus hingga 2 Oktober 2026.
Hal tersebut dikatakan Tazkiyyatul dalam sambutannya ketika menghadiri acara Penarikan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata Yogyakarta Periode 2 Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Tegal Barat, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, melalui tema “Membangun Generasi Muda Bebas Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Integrasi Edukasi Kesehatan, Inovasi Pendidikan, serta Kemandirian Ekonomi dan Bisnis Kreatif Berbasis Potensi Daerah”, para mahasiswa telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program edukasi kesehatan, kegiatan sekolah, literasi gizi, pelatihan kewirausahaan keluarga hingga pengembangan produk lokal.
“Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di lokasi KKN. Namun lebih dari itu, KKN juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung, membangun kepedulian, melatih komunikasi, kerja sama serta menumbuhkan empati,” ujar Tazkiyyatul.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Kota Tegal dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat memberikan manfaat bagi lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Tazkiyyatul juga menyampaikan simpati atas musibah kecelakaan lalu lintas yang dialami dua mahasiswa KKN, yakni Zahra Nurrahma Kaunang dan Fina Wati yang bertugas di Kelurahan Margadana.
“Kita patut bersyukur karena penanganan medis dapat berjalan dengan baik berkat kesigapan Puskesmas, RSUD Kardinah, dosen pembimbing, serta dukungan perangkat kelurahan, RT/RW dan Karang Taruna setempat. Semoga keduanya segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Tegal menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Universitas Alma Ata Yogyakarta melalui berbagai program pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Kami percaya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Pengabdian Masyarakat dan KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Alma Ata Yogyakarta, Muhammad Najib Mubarok, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
“Mahasiswa belajar mengimplementasikan apa yang telah dipelajari di kampus. Mereka masuk ke universitas yang sesungguhnya, yakni kehidupan masyarakat. Di sanalah mereka belajar berinteraksi, beradaptasi dan memberikan manfaat secara langsung,” ujarnya.
Najib mengakui selama 58 hari pelaksanaan KKN masih terdapat berbagai kekurangan dalam proses pembelajaran mahasiswa. Namun berkat dukungan dan bimbingan dari pemerintah kelurahan, kecamatan serta masyarakat setempat, program-program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
“Atas nama Universitas Alma Ata, kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN masih terdapat kekurangan. Kami berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tegal dapat terus berlanjut dan pelaksanaan kegiatan di masa mendatang dapat berjalan semakin baik,” ucapnya.
Acara penarikan KKN tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa Universitas Alma Ata di Kota Tegal sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kota Tegal dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan.(gus)