HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Bongkar Jaringan hingga Akarnya, Pemberantasan Narkoba Jangan Berhenti pada Pengungkapan Kasus

Trabaspost.com - Dewan Pengawas Lembaga Sinergi, Feri Kusuma, mengapresiasi keberhasilan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan instansi terkait dalam mengungkap penyelundupan narkoba melalui kapal di wilayah Kepulauan Riau serta membongkar dugaan pabrik narkoba di Kabupaten Pidie, Aceh. Keberhasilan tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman jaringan narkoba.

“Pengungkapan dua kasus ini patut diapresiasi sebagai hasil kerja keras Polri, BNN, dan instansi terkait. Namun, keberhasilan tersebut harus terus dikembangkan untuk membongkar jaringan hingga ke akarnya,” ujar Feri.

Menurut Feri, kompleksitas ancaman narkoba menuntut operasi pemberantasan yang berkesinambungan. Setiap pengungkapan harus ditindaklanjuti dengan penelusuran jaringan produksi, jalur distribusi, aliran pendanaan, serta pihak yang mengendalikan dan memperoleh keuntungan dari bisnis narkoba.

“Jangan berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan pelaku di lapangan. Pengendali jaringan dan penyandang dananya harus dikejar, sementara jalur pasokan serta distribusinya diputus. Dengan demikian, jaringan yang terbongkar tidak mudah tumbuh kembali,” tegasnya. (24/10)

Feri menilai kolaborasi antarinstansi merupakan kekuatan penting dalam pemberantasan narkoba. Sinergi Polri, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, dan instansi terkait perlu terus diperkuat serta dijadikan pola kerja yang berkelanjutan.

“Jaringan narkoba bergerak melintasi wilayah dan memanfaatkan celah pengawasan. Karena itu, pertukaran informasi, koordinasi pengawasan, dan operasi bersama harus menjadi kebiasaan kerja yang melembaga, dengan pembagian peran serta tindak lanjut yang jelas,” katanya.

Feri juga mengingatkan pentingnya kesiapan aparat menghadapi perkembangan bentuk dan modus peredaran narkoba, termasuk dalam bentuk cair. Penguatan kemampuan deteksi, pemeriksaan laboratorium, dan pengawasan perlu disertai edukasi yang mampu menjangkau generasi muda.

“Perubahan bentuk dan modus peredaran narkoba harus diikuti peningkatan kemampuan aparat untuk mengenali serta mendeteksinya. Generasi muda juga harus memperoleh informasi yang tepat agar memahami bahayanya dan tidak mudah terjebak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Feri menegaskan bahwa pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Keluarga, sekolah, kampus, pesantren, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, serta komunitas warga perlu dilibatkan sebagai mitra aktif.

“Ancaman narkoba tidak bisa ditangani sendiri oleh negara. Polri dan BNN perlu memperluas kemitraan dengan masyarakat untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkoba, mengenali tanda-tanda risikonya, dan memberikan pertolongan sejak dini,” tuturnya. (24/10)

Keterlibatan masyarakat, lanjut Feri, perlu didukung saluran pelaporan yang aman dan mudah diakses, edukasi yang berkelanjutan, serta akses rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan.

“Keberhasilan pemberantasan narkoba pada akhirnya harus terlihat dari semakin sempitnya ruang gerak jaringan, berkurangnya peredaran, dan semakin terlindunginya masyarakat, terutama generasi muda. Itulah hasil yang harus terus diperjuangkan bersama,” pungkas Feri. (24/10)
Posting Komentar