HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Menuju Sekolah Impian: Menyelaraskan Karakter dan Sarpras di SMA Negeri 1 Wanasari

Oleh: MARCHA SOLICHA, S.Pd., M.Pd.
(Kepala Sekolah SMAN 1 Wanasari)

Menakar Esensi Sekolah Impian
​Pendidikan berkualitas bukanlah buah dari proses instan, melainkan hasil perencanaan matang yang mencakup manajemen SDM hingga pemenuhan Sarana dan Prasarana (Sarpras). 

Sekolah impian bukan sekadar gedung megah berlaboratorium canggih, melainkan ruang belajar humanis yang menjamin rasa aman, kenyamanan psikologis, dan membentuk karakter siswa secara utuh.

​Di Kabupaten Brebes, SMA Negeri 1 Wanasari bergerak nyata menjawab tantangan abad ke-21 melalui shifting paradigm, memadukan kecerdasan intelektual dan kematangan moral secara konsisten.

​​Pendidikan karakter di SMAN 1 Wanasari diwujudkan melalui pembiasaan harian yang terstruktur:

SERASI (Senin): Fokus pada karakter dan literasi untuk membangun fondasi moral serta berpikir kritis.

SEGAR (Selasa): Senam bersama demi menjaga kesehatan fisik dan kebersamaan warga sekolah.

RASA (Rabu): Ruang pendampingan mental dan kedekatan emosional antara guru sebagai mentor dan murid.

KALBU (Kamis): Mujahadah dan doa bersama untuk merawat aspek religiusitas.

JUMANTIK (Jumat): Aksi nyata menjaga lingkungan sekolah agar tetap asri, aman, sehat, dan cantik.

​Selain itu, dinamika demokrasi sekolah juga dilatih melalui pemilihan ketua OSIS (PILKETOS pada 24 September 2026), di mana Tio Bahtiar terpilih sebagai Ketua OSIS dan Irzanisa Mutia Sari sebagai Wakil Ketua. Seluruh praktik baik ini didokumentasikan secara transparan melalui kanal YouTube resmi sekolah.
​
​Di balik prestasi program karakternya, SMAN 1 Wanasari menghadapi tantangan fisik. Menurut Plt. Kasubag TU (Maskub Edi Sugondo, S.Pd., MM), sekolah menampung 21 rombongan belajar (rombel), namun baru memiliki 18 ruang kelas fisik.
​
Menyikapi kekurangan 3 ruang kelas ini, pihak sekolah mengambil langkah mandiri melalui revitalisasi sarpras di area timur:
​Pembangunan 2 Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi total ruang kelas X.7.
​Penerapan konsep ruang terhubung (connecting rooms) yang inovatif. Ruangan ini dapat difungsikan sebagai tiga ruang kelas terpisah saat KBM, atau dibuka menjadi sebuah Aula Pertemuan multifungsi yang luas untuk rapat pleno maupun workshop.
​
​Korelasi positif antara manajemen lingkungan, karakter, dan sarpras terbukti melalui sederet prestasi membanggakan dalam kurun waktu satu tahun terakhir:
​Ibu Uzi Mujizatun, S.Pd.: Juara 3 RGTK Tingkat Provinsi Guru Berprestasi.
​Dr. Maylane Boni Abdillah, S.Kom., M.T.: Lolos Seleksi Kepala Sekolah Rakyat.
​Ina Ma`ziah: Juara 3 Sinok Kabupaten Brebes.
​Angga Wiguna: Juara Top 20 Apresiasi Duta Genre.
​Paskibra LTUB Kab. Brebes: Juara 3.
​
​Predikat sekolah percontohan kini berada di depan mata. Namun, keberhasilan ini tidak boleh bertumpu pada pundak manajemen sekolah semata. Dibutuhkan dukungan konkret dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, komite, dunia usaha, hingga masyarakat Brebes untuk mengawal sisa program revitalisasi bangunan. Sinergi antara kenyamanan sarpras fisik dan keteguhan karakter moral siswa akan membawa SMAN 1 Wanasari melakukan lompatan kuantum di masa depan.
Posting Komentar